Pada tanggal 16 Januari 2025, Desa Tanjung Buka menerima kunjungan mahasiswa Universitas Kaltara Fakultas Ekonomi Jurusan Managemen Semester 5, dalam rangka observasi potensi desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program mata kuliah Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil yang bertujuan mengidentifikasi potensi lokal, merumuskan inovasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat desa dalam pengelolaan potensi tersebut untuk meningkatkan perekonomian.
Ketua kelompok mahasiswa, Alfiansyah, menjelaskan bahwa tim mereka sedang mempertimbangkan dua pilihan utama untuk dikembangkan.
"Produk yang kami ingin coba adalah nugget ikan gabus pakis merah atau nugget bandeng pakis merah. Kami akan mencoba kedua opsi ini terlebih dahulu untuk menentukan mana yang paling potensial," ujarnya.
Mengapa Nugget Ikan Gabus atau Bandeng Pakis Merah?
Ikan bandeng merupakan hasil perikanan unggulan Desa Tanjung Buka. Sedangkan untuk ikan Gabus adalah ikan yang mudah di dapat di daerah ini. Ditambah dengan keberadaan pakis merah, tanaman yang melimpah yang kaya nutrisi, produk ini diharapkan tidak hanya lezat tetapi juga bernilai gizi tinggi. Nugget ini dirancang sebagai makanan praktis yang dapat diterima oleh pasar luas.
Dukungan dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Tanjung Buka menyambut baik ide ini dan berharap dapat melibatkan kelompok ibu PKK dalam proses pengembangan produk.
"Kami siap mendukung, termasuk berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK untuk memproduksi nugget ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas," ujar Kepala Desa.
Kasi Pemerintahan dan Kasi Kesejahteraan Desa Tanjung Buka juga berkomitmen membantu dalam bentuk data, fasilitas, dan dukungan teknis jika nantinya dilakukan pelatihan untuk masyarakat.
Sebagai langkah awal, mahasiswa akan melakukan uji coba resep dan survei pasar untuk melihat respons konsumen terhadap kedua jenis nugget tersebut. Setelah itu, hasilnya akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan produk unggulan yang akan dikembangkan lebih lanjut.
"Kami ingin memastikan produk ini tidak hanya enak, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi dan mampu menjadi salah satu ikon unggulan Desa Tanjung Buka," tambah Alfiansyah.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat, produk ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi yang mendorong perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Tanjung Buka siap melangkah menuju inovasi dan kemajuan!