Pemerintah Desa Tanjung Buka terus berkomitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah dengan menyajikan informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025 dalam bentuk infografis yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan, total pendapatan Desa Tanjung Buka pada tahun 2025 mencapai Rp 4.798.300.930,00. Pendapatan ini bersumber dari beberapa komponen utama, di antaranya Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD), serta sumber pendapatan lainnya. Komposisi ini menunjukkan bahwa desa memiliki dukungan anggaran yang cukup untuk menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dari sisi belanja desa, anggaran dialokasikan ke beberapa bidang prioritas. Porsi terbesar digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan desa, diikuti oleh pelaksanaan pembangunan desa. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, serta penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan mendesak. Pembagian anggaran ini mencerminkan upaya pemerintah desa dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik, peningkatan kapasitas masyarakat, dan kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat.
Setelah perhitungan antara pendapatan dan belanja, Desa Tanjung Buka mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 93.701.299,88. SILPA ini menjadi indikator efisiensi dalam pengelolaan anggaran desa dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program di tahun anggaran berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Infografis ini tidak hanya berfungsi sebagai laporan keuangan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami bagaimana dana desa dikelola. Dengan keterbukaan informasi seperti ini, diharapkan masyarakat dapat turut serta dalam mengawasi serta mendukung pelaksanaan pembangunan desa.
Ke depan, Pemerintah Desa Tanjung Buka diharapkan terus mempertahankan transparansi ini serta meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat desa.