Desa Tanjung Buka, sebuah desa yang terus berbenah dan berkembang, kembali membuat gebrakan positif melalui pembentukan Kelompok Tani “Demplot Tanjung Buka Raya”. Ini bukan sekadar kelompok tani biasa, melainkan sebuah gerakan bersama yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pertanian terpadu.
Kelompok ini didirikan sebagai demplot percontohan bagi warga, dengan lokasi di UPT SP 02 RT 13 RW 02, memanfaatkan lahan seluas 8 hektare yang terbagi rata untuk empat komoditas unggulan: cokelat, kopi, durian, dan salak masing-masing seluas 2 hektare.
Yang menarik, demplot ini dikelola secara kolektif dan terorganisir oleh warga desa sendiri. Dipimpin oleh Zainal Abidin sebagai ketua, dibantu oleh Joko Mujiono sebagai sekretaris dan M. Anwar sebagai bendahara, mereka membagi tugas ke dalam 6 bidang kerja:
1. Alsintan (alat dan mesin pertanian)
2. Pembibitan
3. Pembersihan dan penataan lahan
4. Pasca panen
5. Konsumsi
6. Perlengkapan
Namun, semangat kolaboratif inilah yang menjadi kekuatan utamanya. Ketua RT, Ketua RW, dan Karang Taruna ikut turun langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan. Bahkan, BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) turut serta memberikan dukungan, baik dari sisi manajemen usaha maupun distribusi hasil panen.
Harapannya, keberadaan Demplot Tanjung Buka Raya bisa menjadi pemicu semangat baru bagi masyarakat. Bahwa bertani bukan pekerjaan yang tertinggal zaman, melainkan masa depan jika dikelola bersama, dengan semangat dan strategi.
Karena dari tanah yang sama, kita bisa menanam harapan, menumbuhkan kebersamaan, dan memanen kesejahteraan.