Tanjung Buka 9 Juni 2025 — Pemerintah bersama masyarakat lokal terus menggalakkan program ketahanan pangan melalui pelaksanaan dua inisiatif strategis, yakni Optimalisasi Lahan (OPLA) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di wilayah Sebudak. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akselerasi pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif demi mendukung kedaulatan pangan nasional.
Dalam pertemuan resmi yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan masyarakat, aparat desa, serta tim teknis dari dinas terkait, disepakati berbagai langkah teknis dan administratif untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan kedua program tersebut.
Program OPLA berfokus pada pengolahan dan pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini tidak dimaksimalkan. Melalui pendekatan partisipatif, petani dibekali dengan bantuan alat pertanian dan pendampingan teknis agar dapat meningkatkan hasil produksi mereka.
Sementara itu, program CSR (Cetak Sawah Rakyat) bertujuan untuk mencetak lahan-lahan baru menjadi sawah, terutama di daerah dengan potensi irigasi yang memadai. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses lahan garapan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani lokal.
Beberapa hasil pertemuan yang tertuang dalam berita acara mencakup:
Penetapan lokasi-lokasi prioritas kegiatan di wilayah Sebudak.
Pembagian peran antara dinas teknis, aparat desa, dan kelompok tani.
Mekanisme pelaporan dan evaluasi program secara berkala.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga setempat, yang melihat langsung dampak positif dari program sebelumnya, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga petani.
"Ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap petani kecil. Kami harap program ini bisa berkelanjutan," ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Dengan dimulainya kegiatan OPLA dan CSR di Sebudak, diharapkan wilayah ini dapat menjadi contoh sukses pengelolaan lahan berkelanjutan yang berbasis pada kearifan lokal dan kolaborasi aktif antar pihak.