Tanjung Buka, Tanjung Palas Tengah – 2025
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bulungan menggelar kegiatan Moderasi Beragama dan Pembinaan Program Desa Sadar Kerukunan di Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga Desa Tanjung Buka sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan di tengah perbedaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua FKUB Kabupaten Bulungan, H. Ahmad Sidik, S.IP., menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan. Beliau menekankan tiga hal utama:
1. Pentingnya Toleransi – masyarakat harus selalu saling menghormati perbedaan agama, budaya, dan pandangan hidup, agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.
2. Pentingnya Saling Mengingatkan – dalam kehidupan sosial, sikap saling menasihati dan mengingatkan dalam kebaikan menjadi wujud kepedulian antar sesama.
3. Arti Penting Sebuah Kerukunan – kerukunan adalah kunci menjaga persatuan dan kesatuan. Tanpa kerukunan, pembangunan dan kesejahteraan sulit tercapai.
Hadir mewakili pemerintah desa, Ikha Iskandar, Kaur Perencanaan Desa Tanjung Buka. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa pemerintah desa mendukung penuh kegiatan ini dan berharap semangat moderasi beragama dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan salam dari Kepala Desa Tanjung Buka yang berhalangan hadir.
Sementara itu, H. Mursal Nur selaku perwakilan dari KEMENAG Kabupaten Bulungan, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah merekatkan silaturahmi antar masyarakat. Beliau juga menegaskan pesan penting dari Menteri Agama Republik Indonesia bahwa agama harus menjadi inspirasi, bukan sekadar aspirasi. Artinya, nilai-nilai agama perlu benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata untuk kebaikan bersama, bukan hanya dijadikan slogan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Tanjung Buka diharapkan semakin mempererat silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bersama. Moderasi beragama bukan hanya sebuah konsep, tetapi harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari agar desa tetap rukun, damai, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.